Langsung ke konten utama

Ketagihan Pedasnya Otak-Otak Tulang 'Kak Yana'



Weekend saatnya jalan-jalan dan kulineran. Kali ini saya akan mereview makanan khas Bintan, Otak-Otak. Biasanya otak-otak terbuat dari ikan atau sotong. Tapi kali ini saya akan mereview otak-otak tulang. 
Otak-otak tulang ini dibuat dari tulang dan kepala ikan. Daging ikannya digunakan untuk membuat otak-otak ikan sementara tulang dan kepalanya digunakan untuk membuat otak-otak tulang.
Tulang dan kepala ikan tadi dicampur rempah-rempah kemudian dibungkus dengan daun kelapa untuk selanjutnya dibakar dengan bara arang. 


Rasa khas rempah-rempah dan pedasnya itu bikin kita ketagihan untuk makan, makan dan makan lagi. 
Perbedaan lain antara otak-otak ikan dan sotong dengan otak-otak tulang adalah setelah dibakar otak-otak tulang ini tidak kering tapi sedikit ada cairan yang berasal dari minyak lemak tulang.
Tapi hati-hati buat yang baru pertama kali makan. Makannya harus pelan-pelan biar gak ketulangan.
Otak-otak tulang ini bisa ditemui di Sei Enam Laut, Kijang, Bintan Timur. Dengan harga 1k perbungkus untuk otak-otak ikan dan otak-otak tulang sementara otak-otak sotong dihargai 2k perbungkus.
Kalau mau kesana, ada baiknya menghubungi dulu pemilik otak-otak. Karena biasanya otak-otak tulang cepat habis karena banyak peminatnya. 
Dijamin pasti kalian gak akan kecewa dengan rasa tulang dan pedasnya yang menggigit. Dan kalian bakalan ketagihan untuk makan terus sampai gak bisa berhenti 😉



Komentar

  1. Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa xDDDDDDD
    iihh ngiler banget nih!
    Buat seafood lover, sungguh godaan yang me-liur-kan [?] heheheh.
    Kelihatannya enak banget :( apalagi merah2 sambelnya tuuh >.<
    btw tulangnya apa gak bikin keselek tuh? Jadi tulangnya di presto in gak?
    Itu mamangnya suruh buka cabang di Malang gimana? Biar saya bisa nikmatin heheheh xD
    Tapi jelas ini bakal masuk wishlist *.*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hoolaaa mba zahrah terimakasih udh mampir. Wuuueeenak bgt mba. Tulang'y gak diprestoin dl, lgs dibakar aj. Dulu pas awal2 sy nyobain jg pernah keselek mba. Maka'y hati2 makan'y. Boleh jg tu yaa buka cabang di Malang, hihihihiiiiii

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tampil Modis Dengan Aksesoris Kekinian

Bagi beberapa perempuan penampilan itu adalah hal yang utama. Saya termasuk perempuan yang sangat memperhatikan penampilan. Bila ingin pergi keluar rumah, saya pasti akan berusaha untuk memadu madankan pakaian yang akan saya kenakan. Mulai dari atasan, bawahan, tas dan juga sepatu semuanya harus senada. Untuk tampilan yang lebih modis lagi biasanya saya selalu menambahkan aksesoris perhiasan seperti cincin, gelang, kalung, anting dan juga bros.  

Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dengan Menulis

Ketika saya sedang membuka beranda, saya membaca status teman saya di Facebook bahwa beliau akan membuka kelas blogger untuk pemula. Saya yang sudah punya blog tetapi masih belum tau begitu banyak tentang dunia per blogger an sangat tertarik untuk mengikuti kelas tersebut. Kemudian saya menghubungi beliau dan saya di invite ke WhatsApp group Kelas Blogger TPI yang dibuat beliau. Ruziana adalah salah satu blogger di Tanjungpinang yang sudah lama malang melintang di dunia blogger dan sudah sangat terkenal. Tulisannya sudah banyak dan saat ini sudah dimuat di majalah Garuda Indonesia - Colours Magazine bulan September ini. Melalui website www.unizara.com, beliau sudah bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Itu salah satu alasan saya tertarik masuk ke dunia blogger karena dengan menulis kita bisa menghasilkan pendapatan tambahan.

Kemeriahan Tanjungpinang International Dragon Boat Race 2017

Dragon Boat Race merupakan salah satu event pariwisata tetap yang ada di Kota Tanjungpinang dan termasuk dalam event pariwisata unggulan Provinsi Kepulauan Riau. Dimana pada tahun 2017 ini merupakan event yang ke-16 sejak terbentuknya Kota Otonom Tanjungpinang dan yang ke-11 memperebutkan piala bergilir Gubernur Provinsi Kepulauan Riau. Dragon Boat Race Tanjungpinang adalah sebuah kegiatan olahraga bernuansa budaya diangkat dari sebuah tradisi masyarakat Tionghoa yang ada di Tanjungpinang bernama "SEMBAHYANG KESELAMATAN LAUT".